<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GaleriSaham.com &#187; Analisa Fundamental</title>
	<atom:link href="http://galerisaham.com/category/analisa-fundamental/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galerisaham.com</link>
	<description>Investasi Saham &#124; Analisa Saham &#124; Rekomendasi Saham</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 09:48:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Special Report: Negara Penghutang Terbesar Di Dunia 2011</title>
		<link>http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/</link>
		<comments>http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 13:56:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GaleriSaham.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerisaham.com/?p=8795</guid>
		<description><![CDATA[Note:  Jika anda ingin mendapatkan report ini dalam format PDF, anda bisa dapatkan dengan GRATIS tanpa syarat apapun. Daftarkan email anda ke FREE mailing list kami dengan mengirimkan email kosong ke alamat berikut: galerisaham-subscribe@yahoogroups.com lalu periksa email anda setelahnya untuk melakukan konfirmasi. Setelah anda terdaftar di mailing list kami, anda akan dikirimkan link untuk membuka &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #999999;"><em>Note:  Jika anda ingin mendapatkan report ini dalam format PDF, anda bisa dapatkan dengan GRATIS tanpa syarat apapun. Daftarkan email anda ke FREE mailing list kami dengan mengirimkan email kosong ke alamat berikut: galerisaham-subscribe@yahoogroups.com lalu periksa email anda setelahnya untuk melakukan konfirmasi. Setelah anda terdaftar di mailing list kami, anda akan dikirimkan link untuk membuka / mendownload file ini. Selamat membaca</em>!</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Special Report: Negara Penghutang Terbesar Di Dunia 2011</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah krisis finansial yang berlangsung saat ini, banyak negara yang mengandalkan bantuan finansial dari dalam negeri ataupun negara lain. Hal ini menjadikan konsumsi semakin meningkat, tetapi di sisi lain juga meningkatkan jumlah pinjaman sehingga menggelembungkan utang negara.</p>
<p>Defisit neraca perdagangan, utang pemerintah, dan pinjaman swasta menjadi bagian tak terpisahkan dari sebagian besar perekonomian negara barat. Tetapi dengan adanya krisis finansial, kondisi sebagian negara tersebut semakin memburuk.</p>
<p>Utang luar negeri adalah pinjaman dari negara lain (pemerintah &amp; swasta), termasuk pinjaman modal dan bunga pinjaman yang harus dibayar. Ini tidak hanya terdiri dari hutang pemerintah, tetapi juga korporasi dan individu.</p>
<p>Jadi, bagaimana posisi utang Amerika Serikat dan negara – negara bermasalah di Eropa dibandingkan satu sama lain? Perhitungan terbaik untuk mengukur utang suatu negara adalah membandingkannya dengan GDP negara bersangkutan (External Debt / GDP Ratio). Pada kesempatan ini kami akan menampilkan daftar 20 negara dengan rasio utang tertinggi.</p>
<p>Dibandingkan data saat pertama kali di rilis pada tahun 2009, tingkat utang di sebagian besar negara menjadi sangat tinggi dan berpengaruh besar terhadap pasar keuangan. Banyak negara – negara Eropa yang memiliki tingkat utang yang tinggi sehingga memaksa badan keuangan internasional serta pemegang obligasi  untuk melayangkan tuntutan agar negara bersangkutan melakukan pemangkasan anggaran</p>
<p style="text-align: left;" align="center"> <span style="color: #ff0000;"><strong>Jadi, siapakah negara penghutang terbesar di dunia saat ini?</strong></span></p>
<p style="text-align: left;" align="center"><span id="more-8795"></span></p>
<p style="text-align: left;" align="center"><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/tabel-negara/" rel="attachment wp-att-8796"><img class="alignnone size-full wp-image-8796" title="Tabel Negara" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/Tabel-Negara.png" alt="Tabel Negara" width="604" height="532" /></a></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Keterangan:</span></strong></p>
<ul>
<li>Dari 20 negara dengan rasio Debt/GDP tertinggi di dunia, Irlandia memiliki rasio tertinggi di level 1,382% sedangkan amerika memiliki rasio terendah sebesar 101.1%.</li>
<li>Di sisi lain, nominal utang terbesar dari dua puluh negara dalam daftar dimiliki oleh Amerika sebesar USD 14.825 Triliun (terbesar setelah Inggris, Jerman, dan Perancis) tetapi di sisi lain Amerika juga memiliki GDP terbesar ya kni USD 14.66 Triliun (terbesar setelah Jerman, Inggris, dan Perancis).</li>
<li>Total utang yang di tanggung setiap warga Negara (Debt / Capita) mencapai USD 566,756 di Irlandia sedangkan yang terendah berada di hungaria dimana setiap warga Negara menanggung utang Negara sebesar USD 22,735</li>
<li><strong>Bagaimana dengan Indonesia?</strong> Debt / GDP sangat rendah di kisaran 25.49%. GDP Indonesia saat ini lebih tinggi dari Belanda, Irlandia, Swiss, Belgia, Denmark, Swedia, Finlandia, Austria, Norwegia, Hongkong, Portugal, Yunani, dan Hungaria. (Lebih tinggi dari 13 negara Eropa dalam tabel)</li>
</ul>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/tabel-euro-member/" rel="attachment wp-att-8797"><img class="alignnone size-full wp-image-8797" title="Tabel Euro Member" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/Tabel-Euro-Member.png" alt="Tabel Euro Member" width="274" height="454" /></a></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Fakta:</span></strong></p>
<ol>
<li>Dari 20 negara dengan tingkat hutang tertinggi di dunia, 17 negara (85%) berasal dari Benua Eropa, 1 negara dari Benua Asia, 1 dari Benua Australia, dan 1 dari Benua Amerika.</li>
<li>Dari 17 negara Eropa, 11 negara (64.7%) didalamnya termasuk dalam anggota EURO</li>
<li>Dari total 17 anggota EURO pada daftar di atas, 11 negara (64.7%) di antaranya memiliki permasalahan akan tingginya utang</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Berikut Urutan Negara – Negara Penghutang Terbesar:</span></strong></p>
<p><strong>20. United States &#8211; 101.1%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_unitedstates/" rel="attachment wp-att-8800"><img class="alignnone size-medium wp-image-8800" title="SS_debtor_nations_UNITEDSTATES" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_UNITEDSTATES-200x133.jpg" alt="United States" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 101.1%<br />
Gross external debt: $14.825 trillion<br />
2009 GDP (est): $14.66 trillion<br />
External debt per capita: $48,258</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>19. Hungary &#8211; 120.1%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_hungary/" rel="attachment wp-att-8802"><img class="alignnone size-medium wp-image-8802" title="SS_debtor_nations_HUNGARY" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_HUNGARY-200x133.jpg" alt="Hungary" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 120.1%<br />
Gross external debt: $225.24 billion<br />
2009 GDP (est): $187.6 billion<br />
External debt per capita: $22,739</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>18. Australia &#8211; 138.9%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_australia/" rel="attachment wp-att-8801"><img class="alignnone size-medium wp-image-8801" title="SS_debtor_nations_AUSTRALIA" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_AUSTRALIA-200x133.jpg" alt="Australia" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 138.9%<br />
Gross external debt: $1.23 trillion<br />
2010 GDP (est): $882.4 billion<br />
External debt per capita: $57,641</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>17. Italy &#8211; 146.6%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_italy/" rel="attachment wp-att-8803"><img class="alignnone size-medium wp-image-8803" title="SS_debtor_nations_ITALY" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_ITALY-200x133.jpg" alt="Italy" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 146.6%<br />
Gross external debt: $2.602 trillion<br />
2010 GDP (est): $1.77 trillion<br />
External debt per capita: $44,760</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>16. Spain &#8211; 179.4%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_spain/" rel="attachment wp-att-8804"><img class="alignnone size-medium wp-image-8804" title="SS_debtor_nations_SPAIN" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_SPAIN-200x133.jpg" alt="Spain" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 179.4%<br />
Gross external debt: $2.46 trillion<br />
2010 GDP (est): $1.37 trillion<br />
External debt per capita: $60,614</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>15. Greece &#8211; 182.2%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_greece/" rel="attachment wp-att-8805"><img class="alignnone size-medium wp-image-8805" title="SS_debtor_nations_GREECE" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_GREECE-200x133.jpg" alt="Greece" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 182.2%<br />
Gross external debt: $579.7 billion<br />
2010 GDP (est): $318.1 billion<br />
External debt per capita: $53,984</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>14. Germany &#8211; 185.1%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_germany/" rel="attachment wp-att-8806"><img class="alignnone size-medium wp-image-8806" title="SS_debtor_nations_GERMANY" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_GERMANY-200x133.jpg" alt="Germany" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 185.1%<br />
Gross external debt: $5.44 trillion<br />
2010 GDP (est): $2.94 trillion<br />
External debt per capita: $51,572</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>13. Portugal &#8211; 223.6%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_portugal/" rel="attachment wp-att-8807"><img class="alignnone size-medium wp-image-8807" title="SS_debtor_nations_PORTUGAL" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_PORTUGAL-200x133.jpg" alt="Portugal" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 223.6%<br />
Gross external debt: $552.23 billion<br />
2010 GDP (est): $247 billion<br />
External debt per capita: $51,572</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>12. France &#8211; 250%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_france/" rel="attachment wp-att-8808"><img class="alignnone size-medium wp-image-8808" title="SS_debtor_nations_FRANCE" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_FRANCE-200x133.jpg" alt="France" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 250%<br />
Gross external debt: $5.37 trillion<br />
2010 GDP (est): $2.15 trillion<br />
External debt per capita: $83,781</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>11. Hong Kong &#8211; 250.4%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_hongkong/" rel="attachment wp-att-8809"><img class="alignnone size-medium wp-image-8809" title="SS_debtor_nations_HONGKONG" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_HONGKONG-200x133.jpg" alt="Hongkong" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 250.4%<br />
Gross external debt: $815.65 billion<br />
2010 GDP (est): $325.8 billion<br />
External debt per capita: $115,612</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>10. Norway &#8211; 251%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_norway/" rel="attachment wp-att-8810"><img class="alignnone size-medium wp-image-8810" title="SS_debtor_nations_NORWAY" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_NORWAY-200x133.jpg" alt="Norway" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 251%<br />
Gross external debt: $640.7 billion<br />
2010 GDP (est): $255.3 billion<br />
External debt per capita: $137,476</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>9. Austria &#8211; 261.1%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_austria/" rel="attachment wp-att-8811"><img class="alignnone size-medium wp-image-8811" title="SS_debtor_nations_AUSTRIA" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_AUSTRIA-200x133.jpg" alt="Austria" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 261.1%<br />
Gross external debt: $867.14 billion<br />
2010 GDP (est): $332 billion<br />
External debt per capita: $105,616</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>8. Finland &#8211; 271.5%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_finland/" rel="attachment wp-att-8812"><img class="alignnone size-medium wp-image-8812" title="SS_debtor_nations_FINLAND" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_FINLAND-200x133.jpg" alt="Finland" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 271.5%<br />
Gross external debt: $505.06 billion<br />
2010 GDP (est): $186 billion<br />
External debt per capita: $96,197</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>7. Sweden &#8211; 282.2%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_sweden/" rel="attachment wp-att-8813"><img class="alignnone size-medium wp-image-8813" title="SS_debtor_nations_SWEDEN" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_SWEDEN-200x133.jpg" alt="Sweden" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 282.2%<br />
Gross external debt: $1.001 trillion<br />
2010 GDP (est): $354.7 billion<br />
External debt per capita: $110,479</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>6. Denmark &#8211; 310.4%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_denmark/" rel="attachment wp-att-8814"><img class="alignnone size-medium wp-image-8814" title="SS_debtor_nations_DENMARK" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_DENMARK-200x133.jpg" alt="Denmark" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 310.4%<br />
Gross external debt: $626.1 billion<br />
2010 GDP (est): $201.7 billion<br />
External debt per capita: $113,826</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>5. Belgium &#8211; 335.9%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_belgium/" rel="attachment wp-att-8815"><img class="alignnone size-medium wp-image-8815" title="SS_debtor_nations_BELGIUM" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_BELGIUM-200x133.jpg" alt="Belgium" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 335.9%<br />
Gross external debt: $1.324 trillion<br />
2010 GDP (est): $394.3 billion<br />
External debt per capita: $127,197</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>4. Netherlands &#8211; 376.3%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_netherlands/" rel="attachment wp-att-8816"><img class="alignnone size-medium wp-image-8816" title="SS_debtor_nations_NETHERLANDS" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_NETHERLANDS-200x133.jpg" alt="Netherlands" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 376.3%<br />
Gross external debt: $2.55 trillion<br />
2010 GDP (est): $676.9 billion<br />
External debt per capita: $152,380</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>3. Switzerland &#8211; 401.9%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_switzerland/" rel="attachment wp-att-8817"><img class="alignnone size-medium wp-image-8817" title="SS_debtor_nations_SWITZERLAND" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_SWITZERLAND-200x133.jpg" alt="Switzerland" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 401.9%<br />
Gross external debt: $1.304 trillion<br />
2010 GDP (est): $324.5 billion<br />
External debt per capita: $171,528</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. United Kingdom &#8211; 413.3%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_uk/" rel="attachment wp-att-8818"><img class="alignnone size-medium wp-image-8818" title="SS_debtor_nations_UK" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_UK-200x133.jpg" alt="United Kingdom" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 413.3%<br />
Gross external debt: $8.981 trillion<br />
2010 GDP (est): $2.173 trillion<br />
External debt per capita: $146,953</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>1. Ireland &#8211; 1,382%</strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/ss_debtor_nations_ireland/" rel="attachment wp-att-8819"><img class="alignnone size-medium wp-image-8819" title="SS_debtor_nations_IRELAND" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/SS_debtor_nations_IRELAND-200x133.jpg" alt="Ireland" width="200" height="133" /></a></p>
<p>External debt (as % of GDP): 1,382%<br />
Gross external debt: $2.38 trillion<br />
2010 GDP (est): $172.3 billion<br />
External debt per capita: $566,756</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NOTE</strong>: Ulasan ini dibuat sebatas untuk menunjukkan informasi tingkat utang suatu negara, bukan untuk membahas / menimbulkan opini akan suatu proyeksi perekonomian dari negara bersangkutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Anda ingin mendapatkan report ini dalam format PDF? Anda bisa mendapatkannya dengan GRATIS tanpa syarat apapun. Daftarkan email anda ke FREE mailing list kami dengan mengirimkan email kosong ke alamat berikut: galerisaham-subscribe@yahoogroups.com lalu periksa email anda setelahnya untuk melakukan konfirmasi. Setelah anda terdaftar di mailing list kami, anda akan dikirimkan link untuk membuka / mendownload file ini. Selamat membaca!</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8211;<br />
Best Regards,</p>
<p><strong><br />
GaleriSaham.com</strong><br />
<em>&#8220;Consistency Creates Opportunity&#8221;</em></p>
<p>- Visit our website at <a href="../" target="_blank">http://galerisaham.com</a> for further details.<br />
- Visit our Facebook Page at <a href="http://www.facebook.com/galerisaham" target="_blank">http://www.facebook.com/galerisaham</a> then click &#8216;Like&#8217; button.<br />
- Follow our twitter @galerisaham<br />
- Join our FREE Mailing list for daily stock recommendation by send blank email to <a href="mailto:galerisaham-subscribe@yahoogroups.com" target="_blank">galerisaham-subscribe@yahoogroups.com</a></p>
<h2  class="related_post_title">Silahkan Baca Artikel Terkait</h2><ul class="related_post"><li>October 6, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/10/06/strategi-ketika-krisis-deviden-yield-hunting/" title="Strategi Ketika Krisis: Deviden Yield Hunting">Strategi Ketika Krisis: Deviden Yield Hunting</a></li><li>March 15, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/03/15/dampak-bencana-tsunami-jepang-terhadap-indonesia/" title="Dampak Bencana Tsunami Jepang Terhadap Indonesia">Dampak Bencana Tsunami Jepang Terhadap Indonesia</a></li><li>February 28, 2010 -- <a href="http://galerisaham.com/2010/02/28/intermezzo-chart-reflect-everything-in-the-market/" title="Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.">Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Ketika Krisis: Deviden Yield Hunting</title>
		<link>http://galerisaham.com/2011/10/06/strategi-ketika-krisis-deviden-yield-hunting/</link>
		<comments>http://galerisaham.com/2011/10/06/strategi-ketika-krisis-deviden-yield-hunting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 15:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GaleriSaham.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerisaham.com/?p=8614</guid>
		<description><![CDATA[Launching product eSHOP.GaleriSaham: Dividend Yield Data IHSG telah turun tajam dari level tertingginya di 4197 sebagai imbas dari krisis Eropa &#38; Amerika. Walaupun fundamental ekonomi Indonesia tidak /belum terpengaruh, tetapi gejolak di pasar finansial tidak dapat dihindari. Memang ketika krisis mereda, investor akan kembali melirik kembali negara &#8211; negara yang berfundamental dan memiliki prospek baik &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://galerisaham.com/2011/10/06/strategi-ketika-krisis-deviden-yield-hunting/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Launching product <strong>eSHOP.GaleriSaham</strong>: <a href="http://galerisaham.com/shop/dividend-yield-data" target="_blank"><strong>Dividend Yield Data</strong></a></p>
<p>IHSG telah turun tajam dari level tertingginya di 4197 sebagai imbas dari krisis Eropa &amp; Amerika. Walaupun fundamental ekonomi Indonesia tidak /belum terpengaruh, tetapi gejolak di pasar finansial tidak dapat dihindari. Memang ketika krisis mereda, investor akan kembali melirik kembali negara &#8211; negara yang berfundamental dan memiliki prospek baik untuk berinvestasi. Pertanyaannya, seberapa dalamkah penurunan yang akan terjadi? Apa yang harus dilakukan investor semasa penurunan ini?</p>
<p>Jika anda memiliki trading plan yang baik dan disiplin melaksanakannya, maka saat ini portfolio anda akan lebih banyak porsi cash daripada saham, bahkan bisa 100% Cash. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menunggu hingga fase penurunan usai sepenuhnya dan mulai terjadi pembalikan arah yang konsisten. <span style="color: #0000ff;"><strong>Pada kesempatan ini kami mengajak anda untuk melihat peluang yang sangat menarik ketika market dalam tren turun.</strong></span></p>
<p>Ketika market turun dalam, mari kita coba melihat konsep awal tujuan investasi saham dengan kembali <span style="color: #0000ff;"><strong>BACK TO BASIC</strong></span>. Apa itu? Ketika orang membeli saham baik dengan sebuah kalkulasi, ikut – ikutan, ataupun spekulasi dan menjualnya ketika harga naik, mereka sebenarnya membeli saham untuk mendapatkan <span style="color: #0000ff;"><strong>CAPITAL GAIN</strong></span>. Jika orang membeli saham menjelang pengumuman deviden berharap mendapatkan Deviden Yield yang menarik, maka orang tersebut mengejar <span style="color: #0000ff;"><strong>DEVIDEN</strong>.</span></p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Tujuan Investasi</span>:</strong> Capital Gain &amp; Deviden (sedikit dilakukan)</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Tujuan Trading</span>:</strong> Capital Gain (banyak dilakukan)</p>
<p>Seorang investor kelas atas membeli sebuah saham di harga terbaik (umumnya ketika terjadi koreksi cukup dalam) dalam jumlah banyak, <span style="color: #0000ff;"><strong>mengembangkan perusahaan tersebut dan menikmati hasilnya melalui deviden</strong></span> yang dibagikan tiap tahunnya. Mereka tidak memperjual-belikan sahamnya. Pernahkan anda melihat pemegang saham terbesar Microsoft; Bill Gates memperjual-belikan saham yang dimiliki? Apakah Warren Buffet memperjual belikan saham yang ia beli?  Apakah pernah anda melihat pemerintah sebagai pemilik mayoritas saham BUMN memperjualbelikan sahamnya di pasar?  TIDAK. <span style="color: #0000ff;"><strong>Mereka menikmati investasi jangka panjang melalui Deviden</strong></span>. Ketika perusahan tumbuh <span id="more-8614"></span>dan berkembang, deviden pun akan turut berkembang dengan sangat pesat bahkan bisa saja <strong>melampaui</strong> modal pembelian saham. Pemegang saham mayoritas pada perusahaan – perusahaan tertutup pun fokus pada kinerja perusahaan yang akan berdampak pada pembagian deviden. Hal ini tidak hanya terjadi di dunia modern, bahkan sejak era awal industrialisasi pun pemilik usaha akan terus memegang sahamnya dan menikmati kinerja yang diperoleh melalui deviden. Ilustrasi:<span style="color: #0000ff;"> <strong>Jika anda memiliki angsa bertelur emas, jangan menjual angsa tersebut, tetapi nikmati telurnya secara berkala</strong></span>. Tetapi jika angsa anda hanya angsa biasa dengan kualitas yang baik, maka tidak masalah untuk melakukan jual beli mencari keuntungan. Oleh karena itu, dari dua tujuan investasi saham yakni Capital Gain dan Deviden, kami ingin membuka wawasan bagi kita semua untuk mempertimbangkan konsep<span style="color: #0000ff;"> <strong>BACK TO BASIC: DEVIDEN YIELD</strong></span> di saat market turun tajam.</p>
<p><strong>BACK TO BASIC: DEVIDEN YIELD</strong></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Apa itu Deviden Yield?</strong></span> Deviden Yield adalah persentase deviden yang diterima dibandingkan dengan harga beli suatu saham. Jika diasumsikan deviden konstan, maka semakin rendah harga saham akan semakin tinggi deviden yield-nya. Sebaliknya semakin tinggi harga saham akan semakin rendah deviden yield-nya.</p>
<p>Contoh: jika sebuah perusahaan membagikan deviden sebesar 200, maka pada harga saham di 2000 deviden yield-nya adalah sebesar: 200 / 2000 = <span style="color: #0000ff;"><strong>10%</strong></span>. Jika harga saham turun ke 1700, deviden yieldnya adalah: 200 / 1700 = <strong><span style="color: #0000ff;">11.76%</span>.</strong> Sebaliknya jika harga naik menuju 2300 maka deviden yield-nya adalah sebesar: 200 / 2300 = <strong><span style="color: #0000ff;">8.69%</span>.</strong></p>
<p><strong>Apa makna dari ilustrasi Deviden Yield di atas?</strong></p>
<ol>
<li>Jika bursa sedang bergairah dan harga – harga saham naik, maka deviden yield akan mengecil sehingga lebih menarik untuk mencari capital gain.</li>
<li>Jika Bursa sedang menurun  maka harga – harga saham yang turun akan menjadikan Deviden Yield semakin tinggi (asumsi perusahaan beroperasi dengan normal) sehingga mengoleksi saham – saham yang berpotensi memberikan Deviden Yield tinggi akan menjadi pilihan menarik sebagai investasi jangka panjang tanpa melupakan potensi Capital Gain jika bursa kembali menguat.</li>
</ol>
<p>Dalam realita, Jika anda dihadapkan oleh<span style="color: #0000ff;"> <strong>pilihan</strong></span> untuk menginvestasikan<span style="color: #0000ff;"> <strong>dana jangka panjang</strong></span> anda di deposito yang memberikan return 5% p.a, Saham yang memiliki Deviden Yield 6%, Tabungan dengan return 1% p.a, atau emas yang saat ini cenderung bergerak naik? manakah yang anda pilih?</p>
<p>Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya:</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #0000ff;">Tabungan</span>:</strong> Sangat likuid, bisa ditarik kapanpun dimanapun, dijamin pemerintah dalam batas nominal tertentu. Dapat bunga tetap dan stabil. <strong>Kelemahan:</strong> Bunga rendah, biaya adminsitrasi bulanan.</li>
<li><strong><span style="color: #0000ff;">Deposito</span>:</strong> ada batasan waktu kontrak walau relatif masih likuid. Dijamin pemerintah dalam batas nominal tertentu. Dapat bunga cukup tinggi diatas tabungan dan stabil. <strong>Kelemahan:</strong> Tingkat suku bunga masih dibawah Inflasi.</li>
<li><strong><span style="color: #0000ff;">Emas</span>:</strong> Menjadi pilihan investasi orang ketika terjadi ketidakpastian ekonomi. Memiliki lindung nilai terhadap inflasi. Memiliki kecenderungan untuk bergerak naik. <strong>Kelemahan:</strong> bentuk fisik mempersulit proses pengangkutan dan penyimpanan. Harga yang relatif bergerak cukup fluktuatif menjadikan risiko semakin besar.</li>
<li><strong><span style="color: #0000ff;">Saham dengan Deviden Yield tinggi</span>:</strong> Jika kinerja perusahaan stabil dan berkembang, maka deviden akan terus tumbuh dari waktu ke waktu. Jika tahun ini deviden yield yang didapatkan adalah 6%, bukan tidak mungkin seiring pertumbuhan bisnis perusahaan deviden yang dinaikkan meningkat berkali – kali lipat. <strong>Kelemahan:</strong> Unsur risiko bisnis dan ketidakpastian relatif lebih tinggi.</li>
</ol>
<p>Dari 4 pilihan di atas, mana yang anda pilih? Dalam kondisi seperti ini, dimana terjadi penurunan harga saham yang cukup dalam, Deviden Yield masing – masing saham cenderung akan meningkat karena harga beli /perolehan akan semakin rendah. Oleh karena itu berinvestasi jangka panjang pada saham ber-deviden yield tinggi merupakan pilihan paling tepat daripada emas ataupun tabungan dan deposito.</p>
<p>Tahukah anda, pada tahun 2010 ASII membagikan deviden total sebesar Rp. 1600 per lembar. Jika anda membeli saham ASII ketika krisis 2008 yang sempat berada di level 6600, maka pada tahun 2010 kemarin anda mendapatkan Deviden Yield sebesar 1600 / 6600 = 24.24%. Angka ini akan terus meningkat seiring pertumbuhan bisnis ASII bukan? Sebagai pembanding pada tahun 2008 ASII membagikan deviden sebesar 870 berarti Deviden Yield ketika krisis saat itu adalah sebesar 870 / 6600 = 13.18%. Pada tahun 2009 dengan deviden sebesar 1120 maka Deviden Yield-nya adalah 1120 / 6600 = 16.97%. Kembali pada tahun 90-an, JIKA anda memiliki horizon jangka panjang dan melihat ASII mampu terus tumbuh besar, ketika krisis 1998 anda dapat membeli ASII di harga 250-an! Investor yang memiliki perhitungan cermat akan terus menyimpan saham unggulan ini dan terus menikmati devidennya. Berapakah deviden yield di tahun 2010 yang ia dapatkan jika membeli ASII di saat krisis moneter asia ‘98? 1600 / 250 = 640%. Artinya investasi sebesar 10.000.000 pada tahun 1998 akan memberikan pendapatan tahunan pada tahun 2010 sebesar 64.000.000. Berikut adalah tabel perbandingannya:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="67">
<p align="center"><strong>Tahun</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="center"><strong>Deviden Tahunan</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="143">
<p align="center"><strong>Harga Perolehan Th.2008</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="102">
<p align="center"><strong>Deviden Yield Th.2010(%)</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="67">2010</td>
<td valign="top" width="150">Rp. 1600</td>
<td valign="top" width="143">Rp. 6600</td>
<td valign="top" width="102">24.24%</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="67">2009</td>
<td valign="top" width="150">Rp. 1120</td>
<td valign="top" width="143">Rp. 6600</td>
<td valign="top" width="102">16.97%</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="67">2008</td>
<td valign="top" width="150">Rp. 870</td>
<td valign="top" width="143">Rp. 6600</td>
<td valign="top" width="102">13.18%</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="67"><strong>1998</strong></td>
<td valign="top" width="150"><strong>Rp. 1600 (tahun 2010)</strong></td>
<td valign="top" width="143"><strong>Rp. 250 (tahun 1998)</strong></td>
<td valign="top" width="102"><strong>640.00%</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Akankah anda menjual Angsa Bertelur Emas anda?</strong></span> Atau anda pelihara sebaik – baiknya? Kesempatan ini <span style="color: #0000ff;"><strong>hanya datang JIKA terjadi penurunan harga yang dalam</strong></span>, dan saat ini Indonesia serta bursa global sedang mengalami penurunan yang dimaksud.</p>
<p><strong>Pertanyaannya:</strong> Jika saham yang dibeli (untuk perolehan Deviden) ternyata masih menurun, apa untungnya? Jika anda membeli saham untuk mencari Deviden, carilah saham yang memiliki track record sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Rutin membagikan deviden</li>
<li>Memiliki pertumbuhan laba yang konsisten</li>
<li>Bisnis yang jelas</li>
<li>Tata Kelola Perusahaan yang baik</li>
</ol>
<p>Dengan kondisi di atas, walaupun harga saham masih mengalami penurunan setelah dibeli, kita tetap mendapatkan deviden dengan Deviden Yield yang sudah di proyeksikan sebelum membeli. Ketika pasar kembali menguat, saham yang berfundamental bagus yang kita simpan akan kembali menguat.</p>
<p>Oleh karena itu, selain melakukan transaksi untuk mencari Capital Gain, <span style="color: #0000ff;"><strong>pada kesempatan ini kami sangat menyarankan anda untuk menyisihkan dana guna berinvestasi jangka panjang pada saham yang memiliki deviden yield tinggi</strong></span> dan memiliki prospek cerah yang nantinya dapat memberikan Passive Income untuk anda.</p>
<p>Saham apa saja yang saat ini memiliki Deviden Yield yang tinggi? Adakah yang lebih tinggi dari bunga deposito? Apakah saham bersangkutan memiliki sejarah pertumbuhan yang konsisten dan rutin membagikan deviden setiap tahun?</p>
<p>Kami telah menerbitkan eBook mengenai panduan untuk mencari Deviden Yield terbaik ketika market memasuki tren turun: <span style="color: #0000ff;"><strong><em>BACK TO BASIC: DIVIDEND YIELD</em></strong></span></p>
<p>Apa saja yang akan anda dapatkan?</p>
<ol>
<li>eBook panduan berinvestasi pada saham ber-Deviden yield tinggi</li>
<li>File Excel yang berisi data – data saham yang memenuhi criteria dalam 5 tahun terakhir (EPS, Deviden, Deviden Pay-out Ratio, Deviden Yield, EPS Growth, Deviden Growth, dll)</li>
<li>Kalkulator Deviden Yield (anda dapat meng-update harga terakhir untuk mengkalkulasikan ekspektasi Deviden Yield saham pilihan anda yang masuk dalam list kami) beserta tingkat prioritas tertinggi.</li>
<li>Pengiriman update terbaru file Excel Deviden Yield minimal 2x dalam 1 bulan ke email masing – masing hingga akhir Desember 2011 selama IHSG masih berada di bawah level 4000 (mana yang tercapai lebih dulu)</li>
</ol>
<p>Hal di atas dapat anda manfaatkan sebagai panduan investasi anda yang menguntungkan.</p>
<p>Anda dapat memperoleh ini semua hanya dengan investasi senilai Rp. 100.000,-  dengan melakukan transfer ke:</p>
<ol>
<li>Bank BCA cab. Grand Indonesia – Atas nama: Jeremiah Rio Rizaldi &#8211; No. rekeninng: 5415072853, atau:</li>
<li>Bank Commonwealth cab. Wisma Metropolitan II (<strong>Jaringan Prima, ATM Bersama</strong>) &#8211; Atas nama: Jeremiah Rio Rizaldi – No. rekening: 1032739394</li>
</ol>
<p><strong>Tuliskan nama</strong> anda di berita acara, konfirmasikan pembayaran dengan <strong>mengirimkan bukti transfer</strong> serta menuliskan <strong>nama lengkap</strong> dan <strong>satu alamat email </strong>anda dengan subjek email: DEVIDEN ke <a href="mailto:administrator@galerisaham.com">administrator@galerisaham.com</a> untuk dilakukan pengiriman paket <strong>BACK TO BASIC: DIVIDEND YIELD</strong> maksimal pukul 18.00 di hari yang sama.</p>
<p>Fasilitas ini <span style="color: #0000ff;"><strong>GRATIS</strong></span> bagi member <strong><a href="http://galerisaham.com/premium">GaleriSahamPREMIUM</a></strong></p>
<p>Contoh data Excel:</p>
<p><a href="http://galerisaham.com/shop/dividend-yield-data/deviden-yield/" rel="attachment wp-att-8611"><img class="alignnone size-full wp-image-8611" title="Deviden Yield" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/Deviden-Yield.png" alt="Deviden Yield" width="766" height="357" /></a></p>
<h2  class="related_post_title">Silahkan Baca Artikel Terkait</h2><ul class="related_post"><li>October 24, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/" title="Special Report: Negara Penghutang Terbesar Di Dunia 2011">Special Report: Negara Penghutang Terbesar Di Dunia 2011</a></li><li>March 15, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/03/15/dampak-bencana-tsunami-jepang-terhadap-indonesia/" title="Dampak Bencana Tsunami Jepang Terhadap Indonesia">Dampak Bencana Tsunami Jepang Terhadap Indonesia</a></li><li>February 28, 2010 -- <a href="http://galerisaham.com/2010/02/28/intermezzo-chart-reflect-everything-in-the-market/" title="Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.">Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerisaham.com/2011/10/06/strategi-ketika-krisis-deviden-yield-hunting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Dampak Dan Peluang Dari Krisis Jepang</title>
		<link>http://galerisaham.com/2011/03/30/memahami-dampak-dan-peluang-dari-krisis-jepang/</link>
		<comments>http://galerisaham.com/2011/03/30/memahami-dampak-dan-peluang-dari-krisis-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 15:30:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GaleriSaham.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Global]]></category>
		<category><![CDATA[GaleriSahamPREMIUM]]></category>
		<category><![CDATA[GaleriSahamPREMIUM Private Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerisaham.com/?p=5174</guid>
		<description><![CDATA[Jepang seperti yang telah kita ketahui pernah dilanda 2 gempa besar yakni gempa yang diikuti tsunami di Tohuku Maret 2011 dan gempa kobe tahun 1995. Walaupun memakan korban jiwa yang lebih besar dibandingkan gempa Kobe, tetapi secara ekonomi tidak berdampak separah gempa Kobe. Bagaimana ini bisa terjadi? Dahulu, gempa Kobe 1995 mempengaruhi wilayah yang menggerakkan &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://galerisaham.com/2011/03/30/memahami-dampak-dan-peluang-dari-krisis-jepang/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jepang seperti yang telah kita ketahui pernah dilanda 2 gempa besar yakni gempa yang diikuti tsunami di Tohuku Maret 2011 dan gempa kobe tahun 1995. Walaupun memakan korban jiwa yang lebih besar dibandingkan gempa Kobe, tetapi secara ekonomi tidak berdampak separah gempa Kobe. Bagaimana ini bisa terjadi? Dahulu, gempa Kobe 1995 mempengaruhi wilayah yang menggerakkan perekonomian sebesar 14.4% dari PDB jepang. Sedangkan gempa Tohuku mempengaruhi wilayah yang mencakup sekitar 6% (umumnya adalah sektor pertanian) dari PDB Jepang.</p>
<p><strong>Setelah bencana, bagaimana pemulihannya?</strong> Berkaca pada gempa Kobe, di kala itu wilayah yang terpuruk mengalami pemulihan ekonomi yang sangat pesat selama 2 tahun akibat program restrukturisasi. Demikian pula hal yang sama diperkirakan akan terjadi dalam proses pemulihan akibat bencana gempa Tohuku. Perekonomian Jepang diperkirakan akan mengalami penurunan yang cukup tajam tetapi dengan program rekonstruksi maka perekonomian akan kembali naik dengan pesat pula. Proyeksi ini diperkirakan akan dapat berjalan apabila permasalahan radiasi nuklir Fukushima dapat teratasi dengan segera. Jika tidak, maka akan terjadi keterlambatandalam proses pemulihan.</p>
<p><strong>Bagaimana nasib Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)? </strong>Saat ini PLTN memasok sepertiga kebutuhan listrik jepang. <span id="more-5174"></span>Tampaknya Jepang akan mulai kembali menata ulang struktur pembangkit energinya dengan melakukan diversivikasi ke energi tradisional seperti minyak bumi, batu bara, dan gas.</p>
<p><strong>Masalah Infrastruktur?</strong> Pemulihan pasca gempa menurut kami akan diawali oleh rekonstruksi infrastruktur, seperti sarana transportasi, jalan, kereta, serta listrik, energi, dan sebagainya. Oleh karena itu, kami memprediksi akan terjadi pembangunan fisik secara masif dan cepat. Hal ini mengingatkan kami kembali kepada pembangunan di China serta Dubai di kala sebelum krisis global. Mengapa Infrastruktur yang utama? karena ketersediaan infrastruktuk akan memperlancar restrukturisasi.</p>
<p><strong>Apa saja yang dibutuhkan dalam restrukturisasi dan benefitnya bagi Indonesia?</strong> <strong><a href="http://galerisaham.com/registrasi">Member</a></strong> <a href="http://galerisaham.com/premium">GaleriSahamPREMIUM</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Ulasan ini dibuat dengan menggunakan beberapa referensi dari media serta opini dan analisa tim GaleriSaham.com </em></p>
<p>Disclaimer ON</p>
<h2  class="related_post_title">Silahkan Baca Artikel Terkait</h2><ul class="related_post"><li>February 1, 2012 -- <a href="http://galerisaham.com/2012/02/01/kinerja-rekomendasi-januari-2012-2-96-vs-3-13/" title="Kinerja Rekomendasi Januari 2012: +2.96% VS +3.13%">Kinerja Rekomendasi Januari 2012: +2.96% VS +3.13%</a></li><li>January 21, 2012 -- <a href="http://galerisaham.com/2012/01/21/kinerja-rekomendasi-galerisahampremium-full-year-2011-20-13/" title="Kinerja Rekomendasi GaleriSahamPREMIUM &#8211; Full Year 2011: +20.13%">Kinerja Rekomendasi GaleriSahamPREMIUM &#8211; Full Year 2011: +20.13%</a></li><li>December 22, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/12/22/kinerja-rekomendasi-november-2011-outperform-get-ready-for-window-dressing/" title="Kinerja Rekomendasi November 2011: Outperform! Get Ready For Window Dressing">Kinerja Rekomendasi November 2011: Outperform! Get Ready For Window Dressing</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerisaham.com/2011/03/30/memahami-dampak-dan-peluang-dari-krisis-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Bencana Tsunami Jepang Terhadap Indonesia</title>
		<link>http://galerisaham.com/2011/03/15/dampak-bencana-tsunami-jepang-terhadap-indonesia/</link>
		<comments>http://galerisaham.com/2011/03/15/dampak-bencana-tsunami-jepang-terhadap-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 14:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GaleriSaham.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerisaham.com/?p=4833</guid>
		<description><![CDATA[Pembaca yang terhormat, Seperti yang kita ketahui, bencana dasyat yang menimpa jepang mau tidak mau akan mempengaruhi perekonomian negara bersangkutan dan juga Indonesia. Kami mencoba mengulas sedikit bagaimana pengaruh yang mungkin terjadi antara lain: Jepang adalah salah satu kontributor besar dalam penanaman modal asing di indonesia. Bencana di Jepang jelas akan mempengaruhi investasi Jepang di &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://galerisaham.com/2011/03/15/dampak-bencana-tsunami-jepang-terhadap-indonesia/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembaca yang terhormat,</p>
<p>Seperti yang kita ketahui, bencana dasyat yang menimpa jepang mau tidak mau akan mempengaruhi perekonomian negara bersangkutan dan juga Indonesia. Kami mencoba mengulas sedikit bagaimana pengaruh yang mungkin terjadi antara lain:</p>
<ol>
<li>Jepang adalah salah satu kontributor besar dalam penanaman modal asing di indonesia. Bencana di Jepang jelas akan mempengaruhi investasi Jepang di Indonesia serta perdagangan antar negara.</li>
<li>UNTR dan ASII akan menjadi salah satu emiten yang dirugikan dari bencana ini. Komatsu yang merupakan produk utama UNTR diproduksi di area bencana dan mengkontribusikan 40 &#8211; 50% pendapatan UNTR atau sekitar 10% laba. Sedangkan ASII memiliki risiko yang terbatas hanya pada UNTR itu sendiri yangmengkontribusikan sekitar 17% laba. Untuk sektor otomotif umumnya sudah diproduksi di dalam negeri sehingga dapat dikatakan hampir tidak berisiko.</li>
<li>HEXA dengan merk Hitachi akan menerima dampak yang lebih buruk daripada UNTR karena UNTR masih memiliki usaha bidang kontraktor pertambangan (Pamapersada).</li>
<li>Pada akhirnya, rekonstruksi di Jepang akan meningkatkan permintaan akan komoditas (ingatkah anda akan pembangunan besar di China dan Dubai?) Jelas rekonstruksi Jepang akan dilaksanakan dengan agresif mengingat pemulihan perekonomian dibutuhkan segera untuk kesejahteraan masyarakat setelah krisis global.</li>
<li>Penggunaan energi Nuklir yang jelas berbahaya dalam kondisi alam yang tidak menentu akan melambat, diperkirakan akan dialihkan sebagian ke Batu Bara dan Gas. Tampaknya tidak hanya Jepang, negara tetangga pun akan berpikir untuk mengalihkan sebagian pembangkit energi ke Batubara atau Gas.</li>
<li>Ketegangan di timur tengah akan dikesampingkan untuk sementara waktu dengan fokus ke rekonstruksi Jepang. (harga minyak cenderung lebih stabil)</li>
</ol>
<p>Kesimpulan: Pantau saham &#8211; saham berbasis komoditi seperti Batubara, metal, dan Gas. Saham &#8211; saham yang tidak terkait langsung terhadap bencana Jepang juga layak diperhatikan seperti perbankan, konsumsi, dan farmasi.</p>
<p>Disclaimer ON: Tulisan di atas adalah pendapat penulis sebagai hasil penghimpunan beberapa riset yang diperoleh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2  class="related_post_title">Silahkan Baca Artikel Terkait</h2><ul class="related_post"><li>October 24, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/" title="Special Report: Negara Penghutang Terbesar Di Dunia 2011">Special Report: Negara Penghutang Terbesar Di Dunia 2011</a></li><li>October 6, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/10/06/strategi-ketika-krisis-deviden-yield-hunting/" title="Strategi Ketika Krisis: Deviden Yield Hunting">Strategi Ketika Krisis: Deviden Yield Hunting</a></li><li>February 28, 2010 -- <a href="http://galerisaham.com/2010/02/28/intermezzo-chart-reflect-everything-in-the-market/" title="Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.">Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerisaham.com/2011/03/15/dampak-bencana-tsunami-jepang-terhadap-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.</title>
		<link>http://galerisaham.com/2010/02/28/intermezzo-chart-reflect-everything-in-the-market/</link>
		<comments>http://galerisaham.com/2010/02/28/intermezzo-chart-reflect-everything-in-the-market/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 16:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GaleriSaham.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Teknikal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerisaham.com/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun tidak masuk dalam radar investasi kami, pergerakan BSDE (610) hari Kamis lalu sangat menarik perhatian. Diberitakan bahwa saham BSDE dilepas ke investor strategis 23% dibawah harga penutupan sebelumnya (http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/bsde-placement-at-23-discount.html). Berita ini keluar cukup mendadak tanpa tercium oleh investor. Alhasil BSDE ditutup turun -22% dari hari sebelumnya. Ada teman yang mengeluh, &#8220;Waduh, gara &#8211; gara &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://galerisaham.com/2010/02/28/intermezzo-chart-reflect-everything-in-the-market/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun tidak masuk dalam radar investasi kami, pergerakan BSDE (610) hari Kamis lalu sangat menarik perhatian. Diberitakan bahwa saham BSDE dilepas ke investor strategis 23% dibawah harga penutupan sebelumnya (http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/bsde-placement-at-23-discount.html). Berita ini keluar cukup mendadak tanpa tercium oleh investor. Alhasil BSDE ditutup turun -22% dari hari sebelumnya.</p>
<p>Ada teman yang mengeluh, &#8220;Waduh, gara &#8211; gara berita beginian nih saham  jadi berantakan&#8221;. Pertanyaannya adalah, apakah berita fundamental mampu &#8220;mengacaukan&#8221; aspek teknikal (dalam hal ini analisa teknikal) yang sedang berjalan?  Sementara jawaban kita bisa iya, bisa tidak. Jika melihat kembali konsep dasar analisa teknikal, disebutkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan suatu saham (berita, kegiatan korporasi, sentimen, laporan keuangan, dsb) telah tercermin di harga pasarnya. Kalangan akademis sering menyebutnya dengan istilah &#8216;Efficient Market Theory / Hypothesis&#8217; (teori pasar efisien). Konsep dasar ini pada intinya menjelaskan bahwa segala hal yang  muncul telah direfleksikan oleh harga saham. Jadi, jika kembali ditanya, apakah aspek fundamental mampu &#8220;mengacaukan&#8221; aspek teknikal yang telah terbentuk, jawaban yang paling tepat adalah aspek fundamental dan teknikal saling membentuk harga. Kedua hal tersebut berjalan beriringan dan tidak ada yang saling mengacaukan.</p>
<p>Kembali ke BSDE, jika kita jeli (memantau saham ini), ternyata pada hari kamis 24-1-2010 BSDE menunjukkan sinyal &#8220;waspada&#8221; dimana tutup di 780 dan membentuk pola Head &amp; Shoulder (HnS) dengan harga terendah hari itu 740 yang telah menembus support pola HnS. Sinyal sebelumnya dibentuk pada tanggal 11-02-2010 dimana harga tutup di 800 membreak level support pada uptrendline-nya. Tetapi yang lebih kami tekankan disini adalah pembentukan pola HnS yang menurut pengamatan kami memiliki akurasi 80%. Hanya saja waktu pencapaian target harganya yang berbeda, apakah perlahan atau secepat BSDE. Jika berita tersebar perlahan, harga cendurung turun perlahan dan sebaliknya.</p>
<p>Anda dapat melihat artikel kami yang terdahulu mengenai pola HnS di saham INDF <a href="../2009/12/22/head-amp-shoulder-seberapa-efektifkah/">http://galerisaham.com/2009/12/22/head-amp-shoulder-seberapa-efektifkah/</a></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/2010/02/BSDE-10-02-28.png"><img class="alignnone size-full wp-image-979" title="BSDE-10-02-28" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/2010/02/BSDE-10-02-28.png" alt="BSDE" width="475" height="330" /></a></p>
<p>Sekarang, apakah harga BSDE (610) sudah merupakan harga yang wajar?</p>
<p>1. Harga placement di level 600, artinya harga pasar di 610 kurang lebih sudah merefleksikan kondisi riil.</p>
<p>2. Target penurunan pola Head &amp; Shoulder (HnS) berada pada kisaran 630. Harga penutupan di 610 tidak terpaut terlalu jauh.</p>
<p>3. Jika kita memakai Fibonacci retracement, dengan memperhitungkan kenaikan BSDE sejak level terendah saat krisis dari Rp. 73 per lembar, fibonacci retracement 61% berada pada level 600! Target fibonacci sementara ini telah tercapai.</p>
<p>Dari 3 hal di atas, dimana 1 diantaranya merupakan aspek fundamental, semuanya menunjukkan bahwa harga 600 &#8211; 630 merupakan harga yang &#8216;wajar&#8217; bagi BSDE. Ada berita fundamental, ada indikator yang memberi sinyal &#8216;waspada&#8217;, dan ada indikator yang memperkirakan target penurunan wajar. Sebuah hal yang sangat menarik dimana mampu menunjukkan <strong>sinergi dua &#8216;aliran&#8217; yang saling berseberangan</strong> (fundamental dan teknikal). Di artikel ini kami tidak membahas &#8216;bagaimana pergerakan BSDE selanjutnya&#8217; tetapi sekadar ingin menunjukkan adanya <strong>sebuah kompleksitas pasar modal yang mampu disederhanakan oleh &#8220;pemahaman&#8221; sebuah pola dan pergerakan harga.</strong></p>
<p><strong>Tambahan:</strong></p>
<p>Mungkin anda ingat dan sempat membaca sebelumnya, GaleriSaham sempat membuat analisa teknikal berikut ini:</p>
<p><strong>I</strong><strong>TMG Kembali ke Uptrendline, Trading Buy</strong> 23 February &#8217;10 <a href="../2010/02/23/itmg-kembali-ke-uptrend-line-trading-buy/">http://galerisaham.com/2010/02/23/itmg-kembali-ke-uptrend-line-trading-buy/</a></p>
<p><strong>UNTR Break Resist, Trading Buy</strong> 23 February &#8217;10 <a href="../2010/02/23/untr-break-resist-trading-buy/">http://galerisaham.com/2010/02/23/untr-break-resist-trading-buy/</a></p>
<p><strong>ASII Peluang Membuat All Time High </strong>17 February &#8217;10 <a href="../2010/02/17/asii-potensi-membuat-all-time-high/">http://galerisaham.com/2010/02/17/asii-potensi-membuat-all-time-high/</a></p>
<p>Ketiga saham tersebut ternyata mampu kembali ke uptrendline-nya disaat kondisi pasar yang kurang kondusif. Ada apa gerangan? Ternyata beberapa hari kemudian muncul berita fundamental yaitu berita kenaikan laba bersih perseroan pada akhir February &#8217;10 (source: Insider Stories)</p>
<h3><a href="http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/low-interest-forex-gain-underpin-itmg.html">Low  interest &amp; forex gain underpin ITMG</a></h3>
<h3><a href="http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/untr-posts-45-jump-in-net-profit.html">UNTR   posts 45% jump in net profit</a></h3>
<h3><a href="http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/astra-reaches-high-record-in-profit.html">Astra  reaches high record in profit</a></h3>
<p>Terlihat bahwa pergerakan harga saham akan menyesuaikan fundamentalnya, sebaliknya  faktor fundamental juga selalu didukung oleh pergerakan harga di pasar.</p>
<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p>Artikel ini tidak akan membahas bagaimana harga besok, tetapi bagaimana kita menghadapi market. Artikel ini ingin memberi sedikit gambaran dan wawasan bahwa di dalam pasar modal yang &#8216;kompleks&#8217; ini, kita dapat membuatnya menjadi lebih simpel / sederhana. Bagaimana? Dengan mempelajari dan memahami pergerakan harga serta tidak lupa membuka mata terhadap informasi yang ada.</p>
<p>&#8220;Chart is your friend, always stay ahead the curve&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Silahkan Baca Artikel Terkait</h2><ul class="related_post"><li>January 9, 2012 -- <a href="http://galerisaham.com/2012/01/09/review-pergerakan-ihsg-2005-vs-2011-peluang-break-all-time-high-tetap-terbuka-lebar/" title="Review Pergerakan IHSG 2005 VS 2011: Peluang Break All Time High Tetap Terbuka Lebar">Review Pergerakan IHSG 2005 VS 2011: Peluang Break All Time High Tetap Terbuka Lebar</a></li><li>December 21, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/12/21/special-report-akankah-saham-berkapitalisasi-besar-mendukung-kenaikan-ihsg/" title="SPECIAL REPORT: Akankah Saham Berkapitalisasi Besar Mendukung Kenaikan IHSG?">SPECIAL REPORT: Akankah Saham Berkapitalisasi Besar Mendukung Kenaikan IHSG?</a></li><li>October 24, 2011 -- <a href="http://galerisaham.com/2011/10/24/special-report-negara-penghutang-terbesar-di-dunia-2011/" title="Special Report: Negara Penghutang Terbesar Di Dunia 2011">Special Report: Negara Penghutang Terbesar Di Dunia 2011</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerisaham.com/2010/02/28/intermezzo-chart-reflect-everything-in-the-market/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

